Asap Pekat Kembali Selimuti Berau, Jarak Pandang Turun Hingga 1,7 Kilometer, BMKG Ungkap Dugaan Asap Kiriman

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kabut asap kembali menyelimuti Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Senin (5/10/2026). Di Tanjung Redeb dan sejumlah wilayah sekitarnya, kondisi semakin terasa pekat seiring jarak pandang yang terus menurun sejak siang hingga malam hari.

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jarak pandang yang semula masih mencapai sekitar 6 kilometer pada siang hari, turun menjadi 3 kilometer pada sore hari dan kembali merosot hingga hanya 1,7 kilometer  pada Senin malam.

 

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau, Ade Heryadi, mengatakan penurunan jarak pandang mulai terpantau sekitar pukul 12.00 WITA.

 

“Jarak pandang mulai turun jam 12 siang tadi. Teramati asap dengan jarak pandang 6 kilometer, terus menurun pada pukul 15.30 WITA menjadi 3.000 meter dan saat ini pukul 20.00 WITA menjadi 1.700 meter,” kata Ade saat dikonfirmasi.

 

Kondisi tersebut, menurut Ade, tidak serta-merta menunjukkan bahwa asap yang menyelimuti Berau berasal dari wilayah setempat. Pergerakan angin justru menjadi salah satu petunjuk penting. Angin yang bergerak dari arah selatan dan barat daya berpotensi membawa asap dari wilayah lain menuju Berau.

 

“Memperhatikan data ini, kemungkinan yang paling dominan asap dari wilayah lain, terutama daerah yang memiliki hotspot dengan level kepercayaan tinggi, apalagi angin bergerak dari selatan dan barat daya,” ujarnya.

 

Dugaan adanya asap kiriman tersebut juga beriringan dengan tingginya sebaran titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan data BMKG pada Minggu (4/10/2026), periode pukul 07.00 hingga 17.00 WITA, sejumlah kabupaten di Kaltim masih terdeteksi memiliki titik panas dalam jumlah cukup tinggi.

 

Kutai Kartanegara tercatat memiliki 211 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah dan 20 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sementara Kabupaten Paser mencatat 262 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah dan dua titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.


Di Kutai Timur, BMKG mendeteksi 110 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah. Kemudian Kutai Barat memiliki 47 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah.

 

Adapun di Kabupaten Berau sendiri terdeteksi 21 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah. Dengan kondisi atmosfer dan pola angin saat ini, kabut asap berpotensi masih bertahan di Berau apabila tidak terjadi perubahan cuaca maupun arah angin yang signifikan.

 

Namun, kondisi tersebut masih dapat berubah. Hujan berpotensi membantu mengurangi konsentrasi asap di udara. Begitu pula perubahan arah angin yang dapat membuat asap bergerak menjauh dari wilayah Berau.

 

“Ada potensi membaik jika turun hujan, atau adanya perubahan arah angin menjadi dari timur,” jelas Ade.

 

Penurunan jarak pandang dari 6 kilometer menjadi hanya 1,7 kilometer dalam hitungan beberapa jam menunjukkan perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan.

 

Karena itu, perkembangan cuaca dan arah angin menjadi faktor penting yang perlu dipantau dalam beberapa waktu ke depan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan pengguna jalan. (sep/FN)